Thutmose III
Tampilan
Thutmose III adalah Fir'aun keenam dari Dinasti Kedelapan Belas yang memerintah pada masa Kerajaan Baru (sekitar tahun 1479–1425 SM; memerintah mandiri penuh pasca wafatnya Hatshepsut pada 1458 SM). Ia diakui secara universal oleh para sejarawan modern sebagai "Napoleon Mesir Kuno" karena kejeniusan strategi militeristiknya yang berhasil memenangkan 17 kampanye perang tanpa terkalahkan.
Pertempuran Megiddo, ekspansi imperium global, dan penghapusan jejak Hatshepsut meliputi:
- Kemenangan Taktis di Pertempuran Megiddo: Kampanye militer pertamanya yang paling legendaris adalah Pertempuran Megiddo melawan koalisi raja-raja Kanaan. Thutmose III mengejutkan musuh dengan memimpin pasukannya menembus celah sempit Aruna yang sangat berbahaya menggunakan Kereta Perang Roda Dua. Strategi berisiko tinggi ini berhasil mengunci kemenangan mutlak dan mengamankan dominasi Mesir di Asia Barat.
- Ekspansi Batas Imperium Terjauh: Selama masa pemerintahannya, ia menaklukkan lebih dari 350 kota di Levant, menembus wilayah Suriah, menyeberangi Sungai Efrat kembali, serta memperluas batas perbatasan selatan di Nubia hingga mencapai riam sungai Sungai Nil keempat. Ekspansi masif ini memaksa kekaisaran besar sejawat seperti Babilonia, Asiria, dan Het untuk mengirim upeti tahunan berbobot tinggi ke Thebes.
- Kampanye Damnatio Memoriae: Di akhir masa pemerintahannya, Thutmose III memprakarsai penghancuran sistematis terhadap kartus nama, patung, dan relief Hatshepsut di seluruh Mesir. Tindakan politik ini dilakukan untuk memulihkan garis suksesi jantan yang sah dalam dinasti kerajaan serta mencegah potensi tuntutan takhta dari keturunan Hatshepsut di masa depan.
Sebagai panglima perang tertinggi dan administrator imperium yang tak tertandingi, kepemimpinan Thutmose III berhasil mengubah Mesir menjadi negara adidaya transkontinental paling kaya di dunia.