Seti II (juga dikenal sebagai Sety II) adalah Fir'aun kelima dari Dinasti Kesembilan Belas yang memerintah pada masa akhir Kerajaan Baru (sekitar tahun 1203–1197 SM). Menggantikan ayahnya, Merneptah, masa pemerintahannya dipenuhi oleh pergolakan hukum ketatanegaraan akibat munculnya kudeta politik internal oleh raja tandingan yang memecah konsentrasi administrasi terpusat.

Krisis kudeta Amenmesse, restorasi otoritas pusat, dan intrik politik wazir meliputi:

  • Ancaman Kudeta Raja Tandingan: Tak lama setelah Seti II naik takhta di ibu kota utara, seorang bangsawan ambisius bernama Amenmesse melakukan manuver politik dengan menyatakan dirinya sebagai firaun saingan di wilayah Mesir Hulu (Thebes). Peristiwa makar ini membelah sistem administrasi perpajakan dan logistik Sungai Nil menjadi dua faksi hukum yang saling bermusuhan.
  • Restorasi Kontrol Pemerintahan: Setelah beberapa tahun perang urat saraf, Seti II berhasil meruntuhkan kekuatan faksi Amenmesse di selatan. Ia memerintahkan penghapusan sistematis terhadap kartus nama Amenmesse dari seluruh monumen di Thebes guna memulihkan legitimasi hukum tunggal Fir'aun di atas kertas.
  • Dominasi Intrik Wazir Chancellor Bay: Di akhir masa jabatannya yang goyah, Seti II sangat bergantung pada pengaruh politik wazir agungnya yang berasal dari Suriah bernama Chancellor Bay. Ketergantungan ini memicu pergeseran kekuasaan sipil yang tak terkontrol, meletakkan dasar bagi krisis suksesi berdarah di akhir Dinasti ke-19.

Meskipun dipenuhi oleh gejolak domestik yang melemahkan kekuatan imperialisme Mesir di wilayah Afrika, Seti II berhasil mempertahankan takhta sahnya hingga akhir hayat.