Lompat ke isi

Horemheb

Dari Mippedia bahasa Indonesia ringkas, ensiklopedia umum

Horemheb (berarti "Amun Berpesta") adalah Fir'aun terakhir dari Dinasti Kedelapan Belas yang memerintah pada masa Kerajaan Baru (sekitar tahun 1319–1292 SM). Sebelum naik takhta sebagai penguasa absolut, ia merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata Mesir yang memimpin transisi kekuasaan dari dinasti keluarga Amarna menuju era stabilitas hukum baru di bawah junta militer.

Pembersihan jejak Amarna, maklumat hukum anti-korupsi, dan suksesi non-bangsawan meliputi:

  • Pembersihan Ideologi Total (Damnatio Memoriae): Horemheb meluncurkan gerakan politik radikal untuk menghapus total silsilah era Amarna dari catatan sejarah. Ia meruntuhkan kuil-kuil Aten yang tersisa, menyita materialnya untuk proyek bangunan lain, serta menghapus nama Akhenaten, Smenkhkare, Tutankhamun, dan Ay dari daftar resmi raja, mencatat dirinya sebagai penerus langsung dari Amenhotep III.
  • Maklumat Agung Horemheb (Reformasi Hukum): Demi memulihkan keadilan sosial dan kepercayaan masyarakat pasca-krisis internal, ia mengeluarkan Maklumat Agung (Great Edict of Horemheb) yang dipahat pada prasasti batu di Karnak. Maklumat ini berisi undang-undang anti-korupsi yang tegas, reformasi sistem peradilan sipil, serta hukuman berat bagi aparat militer yang menyalahgunakan wewenang perpajakan terhadap rakyat.
  • Penunjukan Ramesses I Sebagai Pewaris Takhta: Karena tidak memiliki keturunan jantan untuk mewarisi takhta Fir'aun, Horemheb secara taktis menunjuk wazir agung sekaligus rekan militernya, Paramessu, sebagai putra mahkota yang sah. Manuver politik ini berhasil mengunci stabilitas transisi kekuasaan yang mulus menuju berdirinya Dinasti ke-19.

Sebagai tokoh pemulih ketertiban nasional, reformasi hukum dan restrukturisasi militer Horemheb berhasil menyelamatkan Mesir dari ambang kehancuran anarki domestik.