Lompat ke isi

Shoshenq III

Dari Mippedia bahasa Indonesia ringkas, ensiklopedia umum
Revisi sejak 25 Mei 2026 21.18 oleh Admin (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''Shoshenq III''' (juga dikenal sebagai '''Usermaatre Setepenre Shoshenq''') adalah Fir'aun ketujuh dari Dinasti Dua Puluh Dua yang memerintah pada masa Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 818–779 SM). Memerintah dalam durasi panjang selama hampir 39 tahun, masa kekuasaannya menandai titik kulminasi hilangnya kesatuan politik Mesir karena munculnya berbagai kerajaan kecil yang merdeka di wilayah Delta Nil. Fragmentasi ekstrem Delta, penurunan kontrol...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Shoshenq III (juga dikenal sebagai Usermaatre Setepenre Shoshenq) adalah Fir'aun ketujuh dari Dinasti Dua Puluh Dua yang memerintah pada masa Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 818–779 SM). Memerintah dalam durasi panjang selama hampir 39 tahun, masa kekuasaannya menandai titik kulminasi hilangnya kesatuan politik Mesir karena munculnya berbagai kerajaan kecil yang merdeka di wilayah Delta Nil.

Fragmentasi ekstrem Delta, penurunan kontrol imperial, dan pembangunan Tanis meliputi:

  • Kehilangan Kontrol Terpusat Kekaisaran: Meskipun Shoshenq III menduduki takhta sah di ibu kota Tanis, otoritas eksekutifnya atas wilayah luar mengalami kelumpuhan total. Munculnya faksi-faksi independen (seperti Dinasti ke-23 dan kepangeranan lokal di Sais serta Busiris) mengurung kekuasaan hukum Fir'aun hanya di sebagian kecil wilayah Mesir Hilir.
  • Penyusutan Pendapatan Kas Negara: Akibat hilangnya jaringan logistik dan sistem perpajakan terpusat di seluruh benua Afrika Utara, kapasitas finansial istana merosot tajam. Aktivitas perdagangan internasional dengan Asia Barat via Semenanjung Sinai berada di bawah kendali mandiri para penguasa daerah tanpa intervensi pusat.
  • Proyek Pylon Monumen Tanis: Guna mempertahankan citra kosmis monarki agung, ia memfokuskan sisa logistiknya untuk membangun pylon (gerbang batu raksasa) baru di Kuil Amun Tanis menggunakan material bekas bangunan Kerajaan Baru, menunjukkan penurunan drastis kapasitas ekstraksi tambang batu primer.

Masa pemerintahan panjang Shoshenq III menjadi simbol dari fase fragmentasi ekstrem, di mana gelar firaun tidak lagi merepresentasikan kekuasaan adidaya tunggal yang absolut.