Lompat ke isi

Ramesses IV

Dari Mippedia bahasa Indonesia ringkas, ensiklopedia umum
Revisi sejak 25 Mei 2026 20.57 oleh Admin (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''Ramesses IV''' (juga dikenal sebagai '''Heqamaatwre Ramesses IV''') adalah Fir'aun ketiga dari Dinasti Kedua Puluh yang memerintah pada masa akhir Kerajaan Baru (sekitar tahun 1155–1149 SM). Sebagai putra dari Ramesses III yang berhasil selamat dari gejolak Konspirasi Harem, ia memfokuskan masa pemerintahannya yang singkat pada stabilisasi hukum ketatanegaraan serta dokumentasi administrasi keuangan negara berskala masif. Eksekusi hukum konspirator,...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Ramesses IV (juga dikenal sebagai Heqamaatwre Ramesses IV) adalah Fir'aun ketiga dari Dinasti Kedua Puluh yang memerintah pada masa akhir Kerajaan Baru (sekitar tahun 1155–1149 SM). Sebagai putra dari Ramesses III yang berhasil selamat dari gejolak Konspirasi Harem, ia memfokuskan masa pemerintahannya yang singkat pada stabilisasi hukum ketatanegaraan serta dokumentasi administrasi keuangan negara berskala masif.

Eksekusi hukum konspirator, kompilasi Papirus Harris I, dan ekspedisi batu Wadi Hammamat meliputi:

  • Penegakan Hukum Pasca-Kudeta: Langkah politik pertama Ramesses IV setelah naik takhta adalah membentuk pengadilan khusus untuk mengadili para konspirator yang membunuh ayahnya. Ia mengeksekusi mati para pemimpin makar guna mengunci kembali otoritas absolut Fir'aun di atas kertas hukum dan merestorasi kepercayaan aparat militer.
  • Penyusunan Manuskrip Papirus Harris I: Ia memprakarsai pembuatan Papirus Harris I, sebuah dokumen administrasi pemerintahan terpanjang yang pernah ditemukan di Bumi (mencapai 41 meter). Manuskrip ini mencatat seluruh daftar sumbangan logistik, tanah, dan emas berbobot tinggi yang diberikan ayahnya kepada kuil-kuil keagamaan, bertindak sebagai jangkar historiografi ekonomi kuno yang sangat berharga bagi manusia modern.
  • Eksploitasi Tambang Skala Besar: Demi mengembalikan kemegahan arsitektur sipil, ia mengirim ekspedisi penambangan batu berskala besar yang melibatkan lebih dari 8.000 tenaga kerja terampil ke Wadi Hammamat untuk mengambil batu greywacke berkualitas tinggi, menunjukkan kapasitas logistik terpusat yang masih kuat.

Melalui manajemen birokrasi yang taktis, Ramesses IV berhasil mengamankan masa transisi takhta yang goyah pasca-tragedi pembunuhan sang ayah.