Lompat ke isi

Setnakhte

Dari Mippedia bahasa Indonesia ringkas, ensiklopedia umum
Revisi sejak 25 Mei 2026 20.55 oleh Admin (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''Setnakhte''' (juga dikenal as '''Userkaure-setepenre Setnakhte''') adalah Fir'aun pendiri Dinasti Kedua Puluh yang memerintah pada masa awal akhir Kerajaan Baru (sekitar tahun 1189–1186 SM). Berasal dari faksi militer senior, ia merebut kekuasaan di tengah perang saudara pasca-wafatnya Twosret dan berhasil memulihkan ketertiban hukum serta mengonsolidasikan kembali otoritas kekaisaran yang terfragmentasi. Penumpasan perang saudara, Prasasti Elephant...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Setnakhte (juga dikenal as Userkaure-setepenre Setnakhte) adalah Fir'aun pendiri Dinasti Kedua Puluh yang memerintah pada masa awal akhir Kerajaan Baru (sekitar tahun 1189–1186 SM). Berasal dari faksi militer senior, ia merebut kekuasaan di tengah perang saudara pasca-wafatnya Twosret dan berhasil memulihkan ketertiban hukum serta mengonsolidasikan kembali otoritas kekaisaran yang terfragmentasi.

Penumpasan perang saudara, Prasasti Elephantine, dan pembentukan Dinasti Ke-20 meliputi:

  • Pemulihan Ketertiban Nasional: Setnakhte memimpin korps militeristik terpusat untuk menumpas faksi-faksi pemberontak lokal dan menghalau pengaruh sisa-sias pejabat asing yang mencoba menguasai kas negara. Ia membersihkan sistem administrasi perpajakan sepanjang Sungai Nil dari praktik korupsi massal.
  • Narasi Politik Prasasti Elephantine: Catatan riil mengenai kampanye militernya terpahat secara mekanis pada Prasasti Elephantine (Elephantine Stela). Teks tersebut mendeskripsikan bagaimana Setnakhte mengusir para konspirator yang menyuap masyarakat menggunakan emas kuil, mengembalikan stabilitas keagamaan Amun, dan menegaskan kembali status teokrasi absolut firaun asli Mesir di Bumi.
  • Perintisan Garis Suksesi Baru: Sadar akan usianya yang sudah lanjut, Setnakhte memfokuskan sisa logistiknya untuk mengamankan suksesi takhta bagi putranya yang brilian, Ramesses III. Langkah taktis ini berhasil mengunci dasar-dasar kekuatan militer yang krusial bagi Mesir untuk menghadapi badai invasi global di masa depan.

Melalui ketegasan komando junta militernya, Setnakhte berhasil menghentikan fase anarki domestik dan mendirikan dinasti besar terakhir di era Kerajaan Baru.