Psamtik III: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Psamtik III''' (juga disebut '''Psammetichus III''') adalah Fir'aun keenam dan terakhir dari Dinasti Kedua Puluh Enam yang memerintah pada akhir Periode Akhir (sekitar tahun 526–525 SM). Memerintah hanya selama enam bulan, ia menghadapi invasi besar-besaran dari Kekaisaran Persia yang mengakhiri era kemandirian politik firaun. Pertempuran Pelusium, jatuhnya Memphis, dan akhir Dinasti Saite meliputi: * '''Pertempuran Pelusium:''' Psamtik III memimpin pas...' Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]] | [[Kategori:Sejarah Mesir kuno]] | ||
[[Kategori:Penguasa abad ke-6 SM]] | [[Kategori:Penguasa abad ke-6 SM]] | ||
{{#related: Fir'aun}} | |||
Revisi terkini sejak 25 Mei 2026 21.30
Psamtik III (juga disebut Psammetichus III) adalah Fir'aun keenam dan terakhir dari Dinasti Kedua Puluh Enam yang memerintah pada akhir Periode Akhir (sekitar tahun 526–525 SM). Memerintah hanya selama enam bulan, ia menghadapi invasi besar-besaran dari Kekaisaran Persia yang mengakhiri era kemandirian politik firaun.
Pertempuran Pelusium, jatuhnya Memphis, dan akhir Dinasti Saite meliputi:
- Pertempuran Pelusium: Psamtik III memimpin pasukan Mesir untuk mempertahankan perbatasan timur melawan invasi pasukan Persia pimpinan Kambisus II. Dalam pertempuran di Pelusium, pasukan Mesir kalah telak, sebagian karena taktik psikologis Persia yang menggunakan hewan suci Mesir (seperti kucing) sebagai tameng hidup dalam formasi perang.
- Jatuhnya Ibu Kota Memphis: Pasca kekalahan di Pelusium, pasukan Persia bergerak cepat mengepung ibu kota Memphis. Setelah pengepungan yang singkat, Memphis jatuh ke tangan Persia, dan Psamtik III ditangkap sebagai tawanan perang, menandai runtuhnya legitimasi hukum Fir'aun di Mesir untuk pertama kalinya dalam sejarah.
- Nasib Akhir Firaun Terakhir: Menurut sejarawan Yunani Herodotus, Psamtik III awalnya diperlakukan dengan hormat oleh Kambisus II, namun setelah ia terbukti terlibat dalam rencana makar melawan penguasa Persia, ia dieksekusi mati, secara formal menutup buku sejarah Dinasti ke-26.
Sebagai firaun terakhir yang mewakili era kemandirian Mesir, nasib Psamtik III menjadi simbol tragis dari keruntuhan sistem monarki teokrasi kuno di bawah gelombang imperium asing.