Siamun: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Siamun''' (berarti "Kekasih Amun"; juga dikenal sebagai '''Netcherkheperure-setepenamun''') adalah Fir'aun keenam dari Dinasti Kedua Puluh Satu yang memerintah pada masa Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 978–959 SM). Ia diakui sebagai salah satu penguasa paling dinamis dan agresif di era fragmentasi karena berhasil merestorasi kekuatan militeristik Mesir hingga ke wilayah Asia Barat. Kampanye militer Kanaan, diplomasi pernikahan Alkitab, dan proyek T...' Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]] | [[Kategori:Sejarah Mesir kuno]] | ||
[[Kategori:Penguasa abad ke-10 SM]] | [[Kategori:Penguasa abad ke-10 SM]] | ||
{{#related: Afrika}} | |||
{{#related: Bumi}} | |||
{{#related: Fir'aun}} | |||
Revisi terkini sejak 25 Mei 2026 21.11
Siamun (berarti "Kekasih Amun"; juga dikenal sebagai Netcherkheperure-setepenamun) adalah Fir'aun keenam dari Dinasti Kedua Puluh Satu yang memerintah pada masa Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 978–959 SM). Ia diakui sebagai salah satu penguasa paling dinamis dan agresif di era fragmentasi karena berhasil merestorasi kekuatan militeristik Mesir hingga ke wilayah Asia Barat.
Kampanye militer Kanaan, diplomasi pernikahan Alkitab, dan proyek Tanis meliputi:
- Ofensif Militer ke Gezer (Levant): Menghidupkan kembali doktrin ofensif Kerajaan Baru, Siamun memimpin pasukan kereta perang Mesir menembus Semenanjung Sinai menuju Kanaan. Ia menyerbu dan menghancurkan kota benteng strategis Gezer yang dikuasai bangsa Filistin, mengembalikan pengaruh geopolitik kekaisaran Nil di luar benua Afrika.
- Aliansi Diplomasi Pernikahan Internasional: Keberhasilan militernya di Kanaan terekam secara tidak langsung dalam teks historiografi regional (kitab raja-raja). Siamun menyerahkan kota Gezer yang ditaklukkannya sebagai mas kawin (mahar) untuk putrinya yang dinikahkan secara taktis dengan Raja Salomo dari Kerajaan Israel, mengunci pakta perdamaian jangka panjang di Asia Barat.
- Ekspansi Arsitektur Kuil Tanis: Di bidang teknik sipil, Siamun meluncurkan megaproyek perluasan Kuil Amun di Tanis. Ia mendirikan pylon (gerbang batu raksasa) dan menghiasinya dengan relief berbobot tinggi yang menggambarkan dirinya sedang menghancurkan musuh, merestorasi citra kosmis firaun sebagai pelindung ketertiban Bumi.
Melalui keberanian strategi perang luar negeri dan ketajaman diplomasinya, Siamun berhasil mengangkat kembali martabat politik Mesir di pentas internasional sebelum berakhirnya Dinasti ke-21.