Lompat ke isi

Mentuhotep II: Perbedaan antara revisi

Dari Mippedia bahasa Indonesia ringkas, ensiklopedia umum
←Membuat halaman berisi ''''Mentuhotep II''' adalah seorang Fir'aun Mesir kuno dari Dinasti Kesebelas yang memerintah pada masa Kerajaan Tengah (sekitar tahun 2061–2110 SM). Ia diakui secara universal dalam sejarah dunia sebagai "Penyatu Kedua Mesir" setelah Narmer karena berhasil mengakhiri kekacauan Periode Antara Pertama dan menyatukan kembali seluruh wilayah di sepanjang Sungai Nil. Reunifikasi politik, pemindahan ibu kota ke Thebes, dan arsitektur makam teras...'
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Baris 11: Baris 11:
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]]
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]]
[[Kategori:Penguasa abad ke-21 SM]]
[[Kategori:Penguasa abad ke-21 SM]]
{{#related: Afrika}}
{{#related: Budaya}}
{{#related: Dunia}}

Revisi terkini sejak 25 Mei 2026 20.27

Mentuhotep II adalah seorang Fir'aun Mesir kuno dari Dinasti Kesebelas yang memerintah pada masa Kerajaan Tengah (sekitar tahun 2061–2110 SM). Ia diakui secara universal dalam sejarah dunia sebagai "Penyatu Kedua Mesir" setelah Narmer karena berhasil mengakhiri kekacauan Periode Antara Pertama dan menyatukan kembali seluruh wilayah di sepanjang Sungai Nil.

Reunifikasi politik, pemindahan ibu kota ke Thebes, dan arsitektur makam teras meliputi:

  • Reunifikasi Total Mesir: Memerintah awalnya hanya atas wilayah Mesir Hulu (selatan), Mentuhotep II meluncurkan kampanye militer jangka panjang yang agresif ke utara untuk menundukkan dinasti saingannya di Herakleopolis. Kemenangan mutlaknya berhasil mengunci kembali seluruh otoritas politik, hukum, dan ekonomi Mesir di bawah satu mahkota tunggal.
  • Thebes Sebagai Pusat Geopolitik: Keberhasilan unifikasi ini membuat Mentuhotep II menjadikan kota asalnya, Thebes (sekarang Luxor), sebagai ibu kota baru Mesir. Pemindahan pusat administrasi ke wilayah selatan ini mengubah peta budaya dan geopolitik di benua Afrika Timur selama berabad-abad ke depan.
  • Monumen Makam Teras Radikal: Dalam bidang teknik sipil, ia memerintahkan pembangunan kompleks makam inovatif di Deir el-Bahari. Desainnya menggunakan struktur teras bertingkat yang dipahat langsung menyatu dengan tebing batu alam, menciptakan cetak biru gaya arsitektur teokrasi baru yang anggun dan megah.

Sebagai pendiri resmi era Kerajaan Tengah, ketegasan politik Mentuhotep II berhasil memicu kembali fajar literasi, perdagangan, dan stabilitas sosial yang sempat padam.