Lompat ke isi

Bulan (kalender): Perbedaan antara revisi

Dari Mippedia bahasa Indonesia ringkas, ensiklopedia umum
←Membuat halaman berisi ''''Bulan''' adalah satuan unit waktu yang digunakan dalam sistem kalender, yang kasarnya berumur sama dengan periode alamiah yang berkaitan dengan pergerakan orbit Bulan (satelit) mengelilingi Bumi. Dalam kalender surya modern (Gregorian) yang digunakan di seluruh dunia, satu tahun dibagi menjadi 12 bulan yang masing-masing berumur antara 28 hingga 31 hari. Sistem perhitungan, pembagian, dan sejarah bulan meliputi: * '''Bulan Sinodik (Lunar):...'
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Baris 11: Baris 11:
[[Kategori:Sains]]
[[Kategori:Sains]]
[[Kategori:Sejarah]]
[[Kategori:Sejarah]]
{{#related: Bulan}}
{{#related: Bumi}}
{{#related: Dunia}}

Revisi per 22 Mei 2026 19.49

Bulan adalah satuan unit waktu yang digunakan dalam sistem kalender, yang kasarnya berumur sama dengan periode alamiah yang berkaitan dengan pergerakan orbit Bulan (satelit) mengelilingi Bumi. Dalam kalender surya modern (Gregorian) yang digunakan di seluruh dunia, satu tahun dibagi menjadi 12 bulan yang masing-masing berumur antara 28 hingga 31 hari.

Sistem perhitungan, pembagian, dan sejarah bulan meliputi:

  • Bulan Sinodik (Lunar): Dasar awal penciptaan bulan kalender, yaitu rentang waktu dari bulan baru ke bulan baru berikutnya (sekitar 29,5 hari). Ini tetap menjadi acuan penuh dalam kalender Qamariyah (Islam dan Jawa).
  • Bulan Kalender Surya: Pada kalender masehi, durasi bulan disesuaikan (di-ke sampingkan dari siklus bulan asli) agar pas berjumlah 12 bulan dalam satu tahun revolusi bumi terhadap Matahari.
  • Struktur Kalender Gregorian: Terdiri dari Januari (31 hari), Februari (28/29 hari), Maret (31 hari), April (30 hari), Mei (31 hari), Juni (30 hari), Juli (31 hari), Agustus (31 hari), September (30 hari), Oktober (31 hari), November (30 hari), dan Desember (31 hari).
  • Asal-usul Nama: Mayoritas nama bulan dalam kalender modern berakar dari peradaban Romawi Kuno, baik dari nama dewa (seperti Janus untuk Januari, Mars untuk Maret) maupun angka Latin (seperti Septem untuk September/ke-7, Decem untuk Desember/ke-10 dalam kalender Romawi kuno).

Dalam catatan peradaban sejarah, pembagian bulan sangat penting untuk administrasi industri, penanggalan hukum, pencatatan statistik sains, hingga sistem pengupahan kerja manusia.