Tutankhamun: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Tutankhamun''' (awalnya bernama '''Tutankhaten'''; dikenal luas sebagai '''Raja Tut''') adalah Fir'aun kedua belas dari Dinasti Kedelapan Belas yang memerintah pada masa Kerajaan Baru (sekitar tahun 1332–1323 SM). Naik takhta pada usia sembilan tahun, ia terkenal secara global pada abad ke-20 setelah makamnya (KV62) ditemukan dalam kondisi utuh tanpa tersentuh oleh penjarah makam, menjadikannya ikon arkeologi terbesar di Bumi. Restorasi agam...' Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]] | [[Kategori:Sejarah Mesir kuno]] | ||
[[Kategori:Penguasa abad ke-14 SM]] | [[Kategori:Penguasa abad ke-14 SM]] | ||
{{#related: Abad}} | |||
{{#related: Akhenaten}} | |||
{{#related: Bumi}} | |||
Revisi terkini sejak 25 Mei 2026 20.46
Tutankhamun (awalnya bernama Tutankhaten; dikenal luas sebagai Raja Tut) adalah Fir'aun kedua belas dari Dinasti Kedelapan Belas yang memerintah pada masa Kerajaan Baru (sekitar tahun 1332–1323 SM). Naik takhta pada usia sembilan tahun, ia terkenal secara global pada abad ke-20 setelah makamnya (KV62) ditemukan dalam kondisi utuh tanpa tersentuh oleh penjarah makam, menjadikannya ikon arkeologi terbesar di Bumi.
Restorasi agama Amun, pemindahan ibu kota, dan penemuan makam KV62 meliputi:
- Restorasi Tradisi & Penghentian Heretik: Di bawah bimbingan para penasihat senior, Tutankhamun melakukan manuver hukum dan teokrasi radikal dengan membatalkan seluruh kebijakan keagamaan ayahnya, Akhenaten. Ia mengubah namanya dari Tutankhaten ("Citra Hidup Aten") menjadi Tutankhamun ("Citra Hidup Amun"), membuka kembali kuil-kuil kuno, mengembalikan hak finansial para pendeta, dan memindahkan ibu kota dari Amarna kembali ke Thebes dan Memphis.
- Bukti Forensik Kematian Usia Muda: Pemeriksaan tomografi komputer (CT scan) dan analisis DNA modern pada mumi Tutankhamun membedah anatomi biologi tubuhnya yang rapuh akibat penyakit bawaan bawaan garis darah keluarga (inbreeding). Ia wafat secara mendadak pada usia sekitar 19 tahun, kemungkinan akibat komplikasi patah kaki parah dan infeksi malaria tropis ekstrem.
- Mahakarya Harta Karun KV62: Pada tahun 1922, arkeolog Inggris Howard Carter menemukan makamnya di Lembah Para Raja. Penemuan ini mengejutkan dunia karena berisi lebih dari 5.000 artefak emas murni berskala industri seni tingkat tinggi, termasuk Topeng Kematian Emas (Golden Death Mask) legendaris, kereta perang, belati besi meteorit, dan singgasana megah yang memaparkan kekayaan ekstrem penguasa Nil kepada manusia modern.
Meskipun masa hidupnya singkat dan kapasitas militeristiknya terbatas, keberhasilan Tutankhamun dalam mengunci kembali stabilitas agama tradisional berhasil menyelamatkan kekaisaran dari kehancuran sosial.