Singkong: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Singkong''' (dikenal juga sebagai ubi kayu atau ketela pohon) adalah tanaman perdu tahunan tropis dan subtropis dari suku Euphorbiaceae yang dimanfaatkan umbi akarnya sebagai sumber makanan pokok penghasil karbohidrat tinggi. Tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini dikenal memiliki daya tahan yang sangat kuat terhadap kekeringan dan dapat tumbuh di tanah yang miskin unsur hara. Karakteristik botani, pengolahan pangan, dan nilai industri singkong mel...' Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| Baris 14: | Baris 14: | ||
[[Kategori:Biologi]] | [[Kategori:Biologi]] | ||
[[Kategori:Pertanian]] | [[Kategori:Pertanian]] | ||
{{#related: Dunia}} | |||
{{#related: Industri}} | |||
{{#related: Katimus}} | |||
Revisi terkini sejak 22 Mei 2026 20.04
Singkong (dikenal juga sebagai ubi kayu atau ketela pohon) adalah tanaman perdu tahunan tropis dan subtropis dari suku Euphorbiaceae yang dimanfaatkan umbi akarnya sebagai sumber makanan pokok penghasil karbohidrat tinggi. Tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini dikenal memiliki daya tahan yang sangat kuat terhadap kekeringan dan dapat tumbuh di tanah yang miskin unsur hara.
Karakteristik botani, pengolahan pangan, dan nilai industri singkong meliputi:
- Kandungan Nutrisi: Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya akan karbohidrat dan kalori, namun miskin protein. Selain umbinya, daun singkong juga populer dikonsumsi sebagai sayuran karena mengandung zat besi dan protein yang tinggi.
- Pengolahan Tradisional: Dalam budaya kuliner Nusantara, singkong diolah menjadi berbagai camilan rakyat seperti singkong goreng, tape, keripik, hingga hidangan tradisional khas Sunda seperti katimus dan comro.
- Sektor Industri & Manufaktur: Sejak era industri modern, singkong diolah secara masal menjadi tepung tapioka (pati singkong) yang menjadi bahan baku penting bagi industri pangan global, kosmetik, tekstil, hingga pembuatan bioetanol sebagai sumber energi terbarukan.
- Faktor Pertanian: Dalam sektor pertanian global, singkong menempati posisi strategis sebagai tanaman ketahanan pangan dunia (terutama di Afrika dan Asia Tenggara) karena proses budidayanya yang relatif mudah dan tidak memerlukan teknologi pertanian yang rumit.
Sebagai komoditas agraris yang ekonomis, optimalisasi pengolahan singkong sangat penting untuk mendukung diversifikasi pangan manusia di berbagai belahan dunia.
