Lompat ke isi

Nekho II: Perbedaan antara revisi

Dari Mippedia bahasa Indonesia ringkas, ensiklopedia umum
←Membuat halaman berisi ''''Nekho II''' adalah Fir'aun kedua dari Dinasti Kedua Puluh Enam yang memerintah pada masa Periode Akhir (sekitar tahun 610–595 SM). Masa pemerintahannya dikenal luas dalam sejarah dunia karena upaya besar-besaran untuk mengintegrasikan ekonomi Mesir dengan perdagangan maritim internasional dan proyek rekayasa infrastruktur yang ambisius. Kanal Firaun, ekspedisi laut sirkumnavigasi Afrika, dan pertempuran Karkemis meliputi: * '''Rekayasa Kanal Fir...'
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Baris 11: Baris 11:
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]]
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]]
[[Kategori:Penguasa abad ke-7 SM]]
[[Kategori:Penguasa abad ke-7 SM]]
{{#related: Afrika}}
{{#related: Dunia}}
{{#related: Fir'aun}}

Revisi terkini sejak 25 Mei 2026 21.28

Nekho II adalah Fir'aun kedua dari Dinasti Kedua Puluh Enam yang memerintah pada masa Periode Akhir (sekitar tahun 610–595 SM). Masa pemerintahannya dikenal luas dalam sejarah dunia karena upaya besar-besaran untuk mengintegrasikan ekonomi Mesir dengan perdagangan maritim internasional dan proyek rekayasa infrastruktur yang ambisius.

Kanal Firaun, ekspedisi laut sirkumnavigasi Afrika, dan pertempuran Karkemis meliputi:

  • Rekayasa Kanal Firaun: Nekho II memprakarsai proyek infrastruktur raksasa: pembuatan kanal yang menghubungkan Sungai Nil langsung ke Laut Merah. Kanal ini dirancang untuk memangkas jalur logistik perdagangan antara Mesir dan wilayah Arab, menjadi cikal bakal purwarupa modern Terusan Suez.
  • Ekspedisi Sirkumnavigasi Benua Afrika: Ia membiayai misi penjelajahan laut paling berani di zaman kuno. Menurut catatan sejarawan Herodotus, armada kapal Fenisia yang disewa oleh Nekho II berhasil mengelilingi seluruh benua Afrika melalui samudera, membuktikan kapasitas maritim Mesir yang maju secara teknologi.
  • Konfrontasi Geopolitik Karkemis: Ambisi memperluas pengaruh ke Asia Barat menyeretnya ke dalam konflik dengan Kerajaan Babilonia Baru. Meskipun ia menang telak atas raja Yehuda di Megiddo, kekalahan telak pasukannya melawan Nebukadnezar II di Pertempuran Karkemis (605 SM) mengunci kekuasaan Mesir hanya di dalam wilayah perbatasan Sinai.

Sebagai penguasa dengan visi global yang melampaui masanya, Nekho II menunjukkan bagaimana Mesir berupaya bertransformasi menjadi kekuatan maritim modern sebelum tekanan geopolitik dari Timur Tengah memaksa negeri ini kembali ke dalam pertahanan defensif.